Rabu, 17 April 2013

Unsur Kebudayaan Dalam Suku Sasak Lombok


SUKU SASAK LOMBOK
Sasak adalah penduduk asli Pulau Lombok. Suku Sasak yang mendiami Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat merupakan suku terbesar di Provinsi yang berada di antara Bali dan Nusa Tenggara ini. Seperti juga kelompok etnik lain di Indonesia, suku Sasak berasal dari keturunan Austronesia yang bermigrasi dari daratan Asia sekitar 5.000 tahun SM dan tinggal di daerah-daerah di Asia Tenggara sampai ke Kepulauan Pasifik Selatan. Saat ini 85% dari populasi Lombok adalah suku Sasak. Meskipun Lombok sangat dipengaruhi oleh budaya Bali yang mayoritas memeluk agama Hindu Bali tetapi suku Sasak di Lombok mayoritas memeluk Islam.

WUJUD UNSUR KEBUDAYAAN
IDE
PERILAKU
HASIL KARYA
BAHASA
Sesuatu yang berawal dari hanya sebuah kode, tulisan hingga berubah sebagai lisan untuk mempermudah komunikasi antar sesama manusia.
-       Mulai menjalin komunikasi dengan bahasa yang mudah di mengerti antar suku Sasak satu dengan lainnya, sehingga terjadi kesepahaman terhadap suatu hal.
-       Dialog antar masyarakatnya agar lebih mengenal satu sama lain.
-       Interaksi yang terjadi membuat masyarakat suku Sasak semakin mendalami penggunaan bahasa antar suku. Bahasa Sasak ada dua yaitu bahasa halus dan bahasa jamaq.
-       Bisa menjalin hubungan tidak hanya antar satu suku tetapi dengan suku Sasak lainnya.
RELIGI
Kepercayaan manusia terhadap adanya Sang Maha Pencipta yang muncul karena kesadaran bahwa ada zat yang lebih dan Maha Kuasa.
-       Penafsiran dan pemahaman terhadap adanya kepercayaan yang di anut masyarakat suku Sasak.
-       Komitmen masyarakat terhadap kepercayaan yang dimiliki dengan mengadakan upacara/ritual-ritual yang diyakini memberi pengaruh kepada kehidupan mereka.
-       Lahirnya 4 tradisi/ritual yang sakral bagi suku Sasak;
1.      Bau Nyale
2.      Periseian
3.      Bebubus Batu
4.      Perang Topat
SISTEM MATA PENCAHARIAN (EKONOMI)
Terlahir karena manusia memiliki hawa nafsu dan keinginan yang tidak terbatas dan selalu ingin lebih.
-       Masyarakat suku Sasak mayoritas adalah bekerja dalam bidang pertanian dan perkebunan.
-       Di samping untuk memuaskan kebutuhan dan semakin banyaknya wisatawan yang berkunjung membuat wanita suku Sasak berniat untuk membuat kerajinan tangan dari hasil alam yang mereka miliki.terutama kain tenunan.
-       Adanya hasil kerajinan khas Lombok yang terkenal sampai mancanegara seperti:
1.    Kain ikat khas Lombok
2.    Kain Songket Sasak
3.    Taplak meja, selendang/syal, sarung.
4.    Souvernir seperti gantungan kunci, gelang, kalung, hiasan dinding, topeng, patung, sampai miniatur rumah adat.
ILMU PENGETAHUAN
Sistem yang terlahir karena setiap manusia memiliki akal dan pikiran yang berbeda sehingga memunculkan dan mendapatkan sesuatu yang berbeda pula, sehingga perlu disampaikan agar yang lain juga mengerti.
-       Pengetahuan yang dimiliki suku Sasak secara turun temurun dari nenek moyang terus berkembang sehingga membuahkan hasil dalam pembuatan rumah tempat mereka tinggal.
-       Rumah adat suku Sasak yang disebut ‘Bale Tani’. Bale Tani merupakan rumah tinggal bagi masyarakat di sini, terdiri dari dua lantai, berdindingkan anyaman bambu, beratap alang-alang, dan lantainya terbuat dari campuran tanah dengan kotoran kerbau/sapi yang menimbulkan hawa hangat namun tidak berbau.
-       Lumbung berfungsi sebagai tempat penyimpanan, dimana bagian atapnya merupakan ruangan yang dapat dijadikan tempat menyimpan hasil panen atau perabotan rumah tangga. Lumbung inilah yang dijadikan logo Lombok sebenarnya. Bentuk atap Lumbung banyak ditiru oleh bangunan-bangunan pemerintahan. Hampir seluruh bangunan pemerintahan di Lombok mengikuti bentuk atap Lumbung sebagai atap paling depannya, atau paling tidak gapura bangunan tersebut berbentuk seperti Lumbung.
TEKNOLOGI (PERALATAN DAN PERLENGKAPAN HIDUP MANUSIA)

Sistem yang timbul karena manusia mampu menciptakan barang – barang dan sesuatu yang baru agar dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membedakan manusia dengam makhluk hidup yang lain.
Perkembangan peralatan dan perlengkapan untuk kelangsungan hidup dipengaruhi oleh perubahan masa berburu ke masa bercocok tanam. Peralatan dan perlengkapan adalah hal sangat penting untuk warga suku sasak sehingga banyak peralatan yang mereka buat untuk mendukung pekerjaan.

-       Peralatan suku Sasak dalam membangun rumah, diantaranya:
1.      Kayu-kayu penyangga & bambu.
2.      Bedek, anyaman dari bambu untuk dinding
3.      Jerami dan alang-alang, digunakan untuk membuat atap
4.      Kotoran kerbau atau kuda, sebagai bahan campuran untuk mengeraskan lantai
5.       Getah pohon kayu banten dan bajur 
6.      Abu jerami, digunakan sebagai bahan campuran untuk mengeraskan lantai.
-       Peralatan untuk membantu pekerjaan:
1.      pacul (tambah)
2.      bajak (tenggale)
3.      parang
4.      rejak (alat untk meratakan tanah)
5.      kodong
6.      ancok, dll.
-       Senjata tradisional yaitu keris,sampari, dan sondi.
KESENIAN
Setelah memenuhi kebutuhan fisik manusia juga memerlukan sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan psikis mereka sehingga lahirlah kesenian yang dapat memuaskan hasrat manusia.

Tari dan drama di Lombok terkait dengan identitas budaya. Meskipun budaya Sasak dipengaruhi Bali dan Jawa tetapi perpaduan budaya di Lombok merupakan hal yang unik dan berbeda.
Banyak kesenian yang terdapat di suku Sasak Lombok yang sangat unik dan memiliki nilai estetis. Diantaranya Tari Kedang Belek, Kesenian Cepung, cupak gerantang, Gamelan Thokol dan yang merupakan pengaruh islam yaitu Kesenian Rudad, Cilokaq, Wayang Sasak, Gamelan Rebana.
SISTEM ORGANISASI KEMASYARAKATAN
Sistem yang muncul karena kesadaran manusia bahwa meskipun diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna namun tetap memiliki kelemahan dan kelebihan masing – masing antar individu sehingga timbul rasa utuk berorganisasi dan bersatu.
Adanya budaya yang unik yang dilakukan suku Sasak sebagai bentuk kehidupan bermasyarakatnya yaitu budaya pernikahan suku Sasak dengan cara menculik mempelai wanita sebelum upacara pernikahan. Dan ada syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh mempelai laki-laki. Karena jika tidak terpenuhi maka akan terkena denda dari desa.
- Dalam kehidupan bermasyarakat, suku Sasak mengenal tingkatan pelapisan social yaitu:
1.Golongan Ningrat; Golongan ini dapat diketahui dari sebutan kebangsawanannya.
2.Golongan Pruangse; kriteria khusus yang dimiliki oleh golongan ini adalah sebutan “  bape “, untuk kaum laki-laki pruangse yang telah menikah.
3.Golongan Bulu Ketujur; Golongan ini adalah masyarakat biasa yang konon dahulu adalah hulubalang sang raja yang pernah berkuasa di Lombok
- Sistem kekerabatan di Tolot-tolot khususnya dan Lombok Selatan pada umumnya adalah berdasarkan prinsip Bilateral yaitu menghitung hubungan kekerabatan melalui pria dan wanita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar